Nim : 10110023
Nama : Iip Saepurrahman
Kelas: IF-1/Unikom
PROJECT RISK MANAGEMENT
Langkah – langkah manajemen resiko
Manajemen risiko dimulai dengan rencana untuk mendefinisikan ruang lingkup dan proses yang dilakukan identifikasi, penilaian, dan manajemen risiko yang dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek.
Tujuan dari Rencana Manajemen Risiko adalah untuk menentukan strategi apa yang akan dilakukan untuk mengelola risiko pada suatu proyek tersebut sehingga biaya dan jadwal, serta kinerja operasional teratasi.
Adapun tujuan lain dari Rencana Manajemen Risiko adalah untuk membangun pendekatan dalam memantau, mengevaluasi, dan mengelola risiko sepanjang proyek itu dikerjakan. Risiko merupakan suatu kejadian yang memiliki efek negatif pada suatu proyek.
Proses manajemen risiko akan mengidentifikasi pada setiap sumber potensi risiko yaitu ruang lingkup, kualitas, biaya, dan jadwal. Dan dari setiap resiko tersebut akan dievaluasi untuk kemudian menentukan cara penyelesaiannya.
Produk dari perencanaan manajemen risiko akan menjadi Risk Register. Risk Register akan mendokumentasikan berbagai risiko dengan strategi klasifikasi, mitigasi dan penanganan, dampak pada ruang lingkup, kualitas, biaya dan jadwal dan item-item dari tindakan.
Yang melakukan perencanaan manajemen risiko adalah tim proyek atau tim khusus yang dibentuk untuk melakukan perencanaan risiko
Komponen yang proyek yang dilakukan analisa yaitu segitiga proyek :
- Ruang lingkup
- Biaya
- Waktu
- Kualitas
Pengukuran kualitas dengan menggunakan model dari DeLone dan Mclean.
- Kualitas Sistem (System Quality) digunakan untuk mengukur kualitas sistem teknologi informasinya sendiri.
- Kualitas Informasi (Information Quality) mengukur kualitas keluaran dari sistem informasi.
- Kualitas Pelayanan (Service Quality) awalnya digunakan di penelitian pemasaran (marketing). Penelitian-penelitian sistem informasi yang memasukkan pengukuran kualitas pelayanan (service quality) ke dalam model D&M meminjamnya dari penelitian pemasaran.
- Penggunaan Informasi (Use) adalah penggunaan keluaran suatu sistem informasi oleh penerima.
- Kepuasan Pemakai (User Satisfaction) adalah respon pemakai terhadap penggunaan keluaran sistem informasi.
- Manfaat Bersih (Net Benefits) merupakan penggabungan dampak individual (individual impact)
- Ruang lingkup digambarkan dengan bentuk WBS
- Pada setiap bagian WBS harus ditargetkan pencapaian yang minimal yang harus dicapai
- Perencanaan manajemen risiko adalah proses penentuan bagaimana melakukan pendekatan dan melakukan kegiatan terhadap risiko untuk proyek tersebut. Perencanaan sangat penting untuk menetapkan pentingnya manajemen risiko, mengalokasikan sumber daya yang tepat dan waktu yang efisien untuk manajemen risiko dan menetapkan dasar untuk mengevaluasi risiko.
Ada enam kegiatan utama dalam proses Manajemen Risiko yaitu antara lain :
Perencanaan Manajemen Risiko: merupakan proses mendefinisikan manajemen risiko yang akan diterapkan pada proyek
Identifikasi Risiko: Upaya terus menerus untuk mengidentifikasi dan menentukan risiko-risiko yang dapat mempengaruhi proyek serta pendokumentasian karakteristiknya
Analisis Risiko: Sebuah evaluasi dari setiap risiko yang diidentifikasi untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya, tingkat dampak dan peringkat prioritas.
Perencanaan Respon Risiko: proses menghasilkan pilihan tindakan untuk memperbesar peluang dan mengurangi hambatan terkait pencapaian tujuan proyek
Monitoring dan Kontrol Risiko: proses pelaksanaan dari rencana respon, pelacakan risiko yang teridentifikasi, pengawasan risiko residual, pengidentifikasian risiko baru, dan evaluasi efektivitas respons risiko selama berlangsungnya proyek
Adapun kategori dari risiko adalah sebagai berikut :
Organisasi (organizational)
Terkait dengan kebutuhan dari internal seperti bisnis, strategi perusahaan, sumber daya manusia, kultur perusahaan, struktural organisasi, aktivitas bisnis secara rutin, rencana proses, ruang lingkup, sumber daya dan peningkatan bisnis
Proyek (project)
Terkait dengan manajemen metodologi, kualitas dan tim proyek dalam rangka manajemen proyek. Bagaimana operasional proyek, proses development dan kebutuhan eksternal dari proyek
Teknologi (technological)
Terkait implementasi, manajemen, pemeliharaan dan upgrade dari teknologi yang digunakan dalam proyek
Sumber daya (resource)
Terkait dengan kebutuhan untuk mendukung bisnis dan penggunaan untuk operasional rutin, pemeliharaan dan peningkatan bisnis dari organisasi.
Analisis risiko yang akan digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Metodologi ini menggunakan matriks tingkat risiko didasarkan pada probabilitas dan dampak. Hal ini memungkinkan untuk penilaian independen terhadap probabilitas dan konsekuensi risiko.
Tiap resiko harus dievaluasi untuk menentukan dampak, probabilitas kejadian, dan jangka waktu.
Tiap resiko harus diperiksa untuk menentukan hubungannya dengan risiko lainnya yang diidentifikasi. Awalnya, identifikasi resiko harus memberikan perkiraan atribut. Manager Proyek bertanggung jawab untuk analisis lebih lanjut dan prioritas risiko
Dampak keseluruhan dari risiko diukur dengan menilai kemungkinan bahwa hal itu akan terwujud dan nilai atau kerugian yang akan terjadi jika risiko tersebut direalisasikan.
Nilainya mungkin mewakili konsumsi sumber daya yang terkait dengan risiko.
Hasil analisis ini akan membantu tim menentukan risiko-risiko yang membutuhkan perhatian segera dan memprioritaskan sumber daya yang sesuai
Peluang Risiko
Berdasarkan peringkat yang diberikan kepada setiap risiko, risiko akan dianalisis untuk menentukan tindakan apa yang akan diambil. Tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa risiko tidak terjadi lagi, pengembangan rencana mitigasi yang dapat diterapkan ketika terjadi risiko, atau beberapa tindakan lainnya yang sesuai.
| Komponen Proyek | Skala Dampak Risiko | ||||
Sangat Rendah
(0,05)
|
Rendah
(0,1)
|
Sedang
(0,2)
|
Tinggi
(0,4)
|
Sangat Tinggi
(0,8)
| |
| Biaya | Kenaikan biaya tidak signifikan | Biaya naik < 10% | Biaya naik 10% - 20% | Biaya naik 20% - 40% | Biaya naik > 40% |
| Waktu | Waktu bertambah tidak signifikan | Waktu bertambah < 5% | Waktu bertambah 5% - 10% | Waktu bertambah 10% - 20% | Waktu bertambah > 20% |
| Ruang lingkup | Penurunan ruang lingkup tidak signifikan | Penurunan ruang lingkup berpengaruh pada area minor | Penurunan ruang lingkup berpengaruh pada area major | Penurunan ruang lingkup tidak bisa diterima oleh sponsor proyek | Hasil akhir dari Item proyek tidak berguna |
| Kualitas | Penurunan kualitas tidak signifikan | Penurunan kualitas berpengaruh pada aplikasi dalam area minor | Penurunan kualitas masih diterima oleh sponsor proyek | Penurunan kualitas tidak bisa diterima oleh sponsor proyek | Hasil akhir dari Item proyek tidak berguna |
Level Risiko
Respon Risiko
Accept- Menerima hasil potensi risiko dan tidak mengabaikan resiko. Strategi ini digunakan ketika tim proyek tidak dapat atau memilih untuk tidak menghilangkan, mengurangi, atau mentransfer/berbagi resiko proyek. Sebagai contoh, resiko proyek yang dianggap tidak signifikan atau tidak dapat diterima oleh tim proyek, juga resiko proyek yang dapat membuat resiko baru yang lebih besar.
Mitigate- Tindakan ini harus direncanakan dan diselesaikan sebelum proyek berakhir. Strategi ini tidak menghilangkan resiko proyek tetapi mengurangi kemungkinan terjadinya atau dampak dari resiko proyek pada tingkat yang memadai. contoh, untuk pemilihan peralatan atau teknologi yang akan digunakna dengan kemungkinan lebih rendah dari kegagala.Evaluasi bisa dilakukan pada desain, pendekatan, dan peralatan yang dipilih oleh staf dapat mengurangi kesalahan dan meminimalkan resiko proyek. Langkah ini dapat dilakukan di awal pengerjaan proyek untuk mengurangi kemungkinan terjadinya resiko proyek.
TransferApabila suatu proyek tidak bisa deiselesaikan oleh maka proyek akan dikerjakan oleh pihak ketiga atau tenaga ahli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar